SUMBANGAN KEWANGAN JIHAD FISABILILLAH
Bank Islam Cawangan Dungun No : 13044-01-0009696 Nama Pemegangan : Dewan Pemuda Pas Kawasan Dungun BAYANGKAHLAH!-HIBcerita pertama tinggalnya dekat rumah saya. tidak jauh. dia punya 22 orang anak. memang itulah rezekinya. kala berjalan dia tunduk semacam membawa beban yang berat. kerjanya hanya biasa-biasa saja di lembaga pelabuhan sabah. barangkali tidak usah dicatatkan namanya kala tanpa izin dia. saya selalu saja memikirkan bagaimana caranya dia membelanjakan wang gajinya yang kira-kira RM600 sebulah untuk anak seramai itu. maaf, jangan sekali anda menyalahkan dia kerana punya anak seramai itu. jangan sekali-kali kala itulah rezekinya. tidak baik kalau-kalau kita menyalahkan dia yang punya ramai anak seperti yang saya nyatakan. suatu hari yang tidaklah lama sangat/kebetulan saja baru menerima wang gajian dan entah setelah itu dia pergi ke kamar kecil dan dia letakkan dompetnya di suatu tempat dalam kamar kecil itu dan sesudah selesai buang air besar, maka ia terus berlalu untuk membeli belah dan kala mahu membayar apa yang dipilihnya baru terasakan dompetnya yang di dalamnya wang sebulan gaji sudah nggak ada dan segera dia teringat di mana dia meletakkan dompet itu. nah, dia buru-buru pergi dan bayangkan saja didapatinya dompet itu sudah nggak ada. apa yang terjadi, orang tua yang usianya kira-kira 54 tahun itu menangis. benar-benar menangis dan tentu saja terfikirkan bagaimana nanti dia kembali ke rumah untuk maksud membicarakan pada isterinya yang wang gajinya satu bulan sudah nggak ada dan saya kira yang difikirkannya ialah bagaimana ia bisa membeli makanan/pakaian untuk anak-anaknya yang ramai dan isterinya yang satu--satunya itu. bayangkanlah kalau-kalau hal semacam ini berlaku pada ayah kita yang keadaannya seperti dia. bayangkanlah! cerita kedua hari raya tidak lama lagi. barangkali kita sudahpun membelikan pakaian untuk anak-anak kita dengan bermacam warna dan kuih raya yang melimpah ruah. semuanya cantik dan menarik, malah langsir dan kerusi rumah semuanya harus baru/apa lagi bulan ini kita kesyokan kala menerima bonus dari pemerintah yang bermurah hati. kala saya di lantai bawah/ di muis ini, maka saya lihat orang ramai berpusu-pusu membeli yang bermacam-macam juadah/pakaian dan segala macam. makanannya/juadahnya enak-enak yang menyebabkan bukan saja yang islam membeli, maka saya lihat yang tidak islam juga berpusu-pusu pergi dan tentu saja ini merupakan suatu kegiatan yang cukup baik untuk mengakrafkan pertalian yang islam dan bukan islam, jadi maknanya hari raya/puasa itu lebih bermakna lagi. dalam dalam kita berbelanja dan berusaha menyediakan makanan yang enak-enak untuk nanti berbuka puasa, apakah kita pernah teringatkan tentang mereka yang tidak berkemampuan seperti anak-anak yatim misalnya atau orang tua yang menderita atau bagaimana keadaan ayah dan ibu yang ditinggalkan di rumah orang tua? apakah kita lupa puasa itu sebenarnya/antara tujuan agar kita tahu bagaimana rasanya derita tanpa makan/minum? sesekali kalau anda punya kelebihan/maka diminta lihatlah saudara-saudara kita yang susah hidupnya atau sumbangkanlah sedikit buat anak-anak yatim di tambunan misalnya atau orang-orang tua yang hidupnya terbiar atau tanpa kasih sayang anak-anak mereka. ingatlah bahawa suatu waktu kita bakal tua dan senja dan ketika itu bagaimana kalau nantinya anak-anak tidak mempedulikan kita dan kita terdampar entah di mana dengan penuh derita. bayangkanlah sesuatu yang tidak pernah sobatkan bayangkan, tapi tidak mustahil bakal terjadi pada diri kita. salam ismaily bungsyu
Diterbitkan oleh : |