SUMBANGAN MEMBANTU LAMAN INI
Bank Islam Cawangan Dungun No : 13044-01-0009696 Nama Pemegangan : Dewan Pemuda Pas Kawasan Dungun Dewan Fatwa Azhar Mesir: Umat Islam Wajib Miliki Senjata NuklirPublikasi 24/12/2002 14:09 WIB
eramuslim - Dewan Fatwa Azhar Mesir memfatwakan wajib bagi umat Islam memiliki senjata nuklir dan senjata mutakhir lainnya untuk mempertahankan diri. Terlebih bila senjata-senjata semacam itu telah dimiliki oleh musuh-musuh mereka. Syaikh Ala Syanawaihi, anggota Dewan Fatwa Azhar mengatakan bahwa Islam mewajibkan umatnya untuk tetap waspada dan mengenal musuh-musuhnya, agar mereka bisa melakukan persiapan seimbang dengan kekuatan musuhnya. Syaikh Ala` Syanawaihi mengutip dalil firman Allah SWT : "Dan persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apapun yang kalian dapat lakukan dari kekuatan dan kuda-kuda yang ditambat untuk perang…" Pernyataan tersebut disampaikan kepada Dewan Fatwa menjawab pertanyaan yang disampaikan pada mereka. Dewan Fatwa menyebutkan, "Sesungguhnya Rasul SAW -dan beliau adalah panutan terbaik-- selalu siaga dan melakukan persiapan untuk menghadapi musuh-musuhnya dengan berbagai sarana yang mungkin dilakukannya. Karenanya, jika umat Islam memiliki persiapan yang lebih minim dari persenjataan musuhnya, maka mereka berdosa karena kekuarangan mereka di sisi itu." Selanjutnya anggota dewan fatwa Azhar itu juga menyebutkan bahwa islam ketika memerintahkan untuk melakukan pengembangan dan persiapan persenjataan dengan segala kekuatan dan kemampuan, bukan berarti agar tujuannya umat Islam menjadi perusak di muka bumi. Hal itu, dilakukan dengan tujuan sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT yang artinya, "(agar) hal itu dapat membuat takut musuh Allah dan musuh kalian dan yang lain dari mereka yang tidak diketahui oleh kalian sedangkan Allah mengetahui mereka." Syaiikh mengatakan, "Agar semua umat Islam merasakan bahwa mereka memiliki kekuatan dan daya tahan yang menjadikannya mampu menghadapi semua bentuk permusuhan yang diarahkan pada mereka." Karena itu, ia kemudian menyampaikan seruan kepada seluruh negara Islam dan negara Arab untuk memiliki persenjataan modern yang meninggikan posisi mereka dan terpelihara kemuliaannya. Kelemahan dan ketidakberdayaan umat Islam saat ini, menurutnya, adalah bukti karena umat Islam tidak memiliki senjata modern di saat musuh-musuh mereka selalu mengembangkan persenjataannya untuk menghancurkan dan menekan kaum Muslimin yang lemah. Sementara itu Syaikh Abul Hasan, Kepala Dewan Fatwa Azhar menyetujui perkataan Syaikh Ala Syanawaihi. Ia juga meminta negara-negara Islam berusaha memiliki senjata nuklir dan non nuklir untuk membuat takut musuh-musuhnya dan melindunginya dari serangan mereka. Dalam pernyataannya kepada Islamonline (23/12/2002), dikatakan, "Mengetahui musuh itu kewajiban agama. Melakukan persiapan menghadapi musuh itu adalah juga kewajiban yang diperintahkan oleh syariat. Jika ada senjata yang dimiliki oleh sekelompok orang di muka bumi ini, baik oleh teman maupun oleh musuh, maka kaum Muslimin harus memiliki senjata itu atau senjata yang lebih kuat darinya. Itu sudah merupakan konsensus para fuqoha." Menurutnya, para fuqoha sepakat bahwa jika kaum Muslimin meninggalkan persiapan seperti itu, maka mereka dalam kondisi berdosa. Karena mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh dan melakukan segala sarana yang bisa dilakukan untuk membela diri adalah kewajiban dan tidak boleh ditinggalkan. Masalah persenjataan mutakhir dan senjata nuklir kini tengah banyak dibicarakan di kalangan umat Islam Mesir lantaran pemberitaan media Israel, Haaretz, yang mengutip berita dari Nuclear Note Book, sebuah harian khusus mengenai nuklir, bahwa Israel memiliki senjata nuklir sejak sepuluh tahun silam. Ditambah lagi dengan sebuah laporan milik Pentagon beberapa tahun silam bahwa Israel memiliki senjata nuklir sejak 11 tahun lalu antara 75-200 senjata nuklir. "Israel juga memiliki rudal balistik Ariha yang beratnya sekitar 750 kg dan mampu ditembakkan pada radius 235-550 km," tambah harian Haaretz. (na/iol)
Diterbitkan oleh : |