Laman Tranung Kite Cyberlink Millenium 2000

Latarbelakang Astora Jabat....

Assalamualaikum,

Saya hanya sekadar menambahkan saja, mudah-mudahan ada manfaatnya. Sesungguhnya Astora Jabat merupakan aset yang maha berharga bagi Umno, khususnya Mahathir. Sekiranya status kerakyatan Astora dapat diatasi, mungkin dia akan diberikan portfolio penting di Pusat Islam.

Isu tentang Astora sudah beberapa kali muncul di mailing list islah-net dan maharana. Saya sendiri pernah menggali latar belakang 'ulama Umno' itu dari beberapa orang teman lamanya, ketika Astora masih bersekolah di Wakaf Bahru, Tumpat, Kelantan. Orang yang mendidik Astora mulai dari kelas satu ibtidaiyah (di Pedau, Jabat, Narathiwat) sehingga dia melanjutkan pelajaran ke Mesir adalah Ust. Abdul Karim Hassan (yakni abang kepada YB Bunut Payung, Taqiyuddin Hassan).

Abdul Karim adalah tokoh nasionalis kiri berasal dari Kedah. Beliau bukan sekadar kagum, bahkan menerima bulat-bulat fikiran Soekarno. Pidatonya dengan gaya khas yang mirip Soekarno, memang tidak asing lagi bagi murid-muridnya seperti Astora.

Setelah mengajar di beberapa tempat di selatan Thailand, akhirnya Karim mendirikan sekolah agama di Pedau, Jabat. Karim terlibat dalam perjuangan pembebasan Patani. Seperti halnya Soekarno, dia cenderung berpihak kepada blok sosialist/komunis (bahkan pernah pula bekerja sama dengan orang-orang komunis Melayu seperti Rashid Maidin dll) dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan Patani.

Pada saat kemuncaknya, Karim tidak hanya yakin, tetapi juga berusaha menanamkan ideologi sosialist di benak anak-anak didiknya. Kemudian dia mengadopsi faham sosialis-Islam, yang mulai berkembang di setengah-setengah negara Arab untuk digunapakai dalam perjuangan menghadapi penjajah Thailand (yang menjajah bumi Melayu Patani) yang bersekutu dengan Amerika.

Oleh kerana ketika itu faham sosialis-Islam ini mendapat tentangan hebat dari Ikhwanul Muslimin di negara-negara Arab, terutama Mesir, maka Karim mengecap Ikhwan dan semua gerakan Islam sebagai antek-antek (sekutu) Barat yang menjadi musuh Timur (sosialisme dan komunisme).

Dan dengan otak yang sudah terpalut persepsi yang salah terhadap Islam itulah Astora Jabat berangkat ke Mesir. Di sana dia bergaul rapat dengan tokoh-tokoh sosialist dari berbagai bangsa. Jadi pandangan Astora terhadap Ikhwanul Muslimin dan gerakan apapun yang bercita-cita untuk mendirikan negara Islam, tetap sama dengan pandangan orang-orang sosialist di negara manapun. Tugas Astora di Malaysia ialah untuk membendung kebangkitan Islam, dengan cara memesongkan penafsiran ayat-ayat Allah sesuai dengan yang diinginkan puak-puak sekular dalam Umno.

Tidak heranlah sekiranya suatu ketika dulu pernah ada penjaring yang menyamakan Astora Jabat dengan 'ulama Belanda', Snouck Hurgronje yang mempelajari Islam dengan maksud untuk menghancurkan Islam dari dalam. Snouck diperalatkan untuk melawan gerakan Islam di Aceh, sementara Astora pula diperalatkan Umno untuk berdepan dengan Pas.

Soal isteri Astora tak pakai tudung, itu jangan hairan. Isteri dia orang Arab, tapi bukan jenis wanita yang mengerti agama. Bukankah tokoh politik yang menjadi idola Astora, iaitu Mahathir Mohamad, juga beristerikan wanita yang tidak pakai tudung di depan umum?

http://pemantau.tripod.com/



Diterbitkan oleh : Tranung Kite Cyberlink Millenium 2000
Laman Web : http://tranung.tripod.com/ dan Email : dppkd@hotmail.com

Balik Semula Laman Tranung Kite