|
Aku berdiri
Di tengah terik mentari
Mendengar riuh rendah
Suara-suara prihatin
Di kiri mencerca
Di kanan merintih hiba
"Siapa mereka", tegas diri
Kulit mereka berbeza warna
Iras tidak serupa, bukan sebangsa
Namun, reaksi mereka
Seiya sekata sejiwa, sekumpulan
Menyepandukkan Keadilan
Ku selami hati mereka
Berdegup, temponya seiringan
Dindingnya ku lihat
Penuh calar, luka tiada darah
Cekal, memiliki arah
Menyorok rasa, merencana usaha
"Siapa mereka", bertanya diri
"Tidak ku kenal", sambungnya lagi
"Ahhh! usah peduli", bentak hati
Niat sama, tujuan serupa
Destinasi, tidak dilupa
Tertanam, kekal di dasar dada
Ku kibar laju bendera, ku panji gagah di udara
Keadilan yang ku rindu, ku tunggu, pasti kan muncul tiba
Cucu Tok Wang,
Seberang Pintasan, Dungun.
|