SUMBANGAN MEMBANTU LAMAN INI
Bank Islam Cawangan Dungun No : 13044-01-0009696 Nama Pemegangan : Dewan Pemuda Pas Kawasan Dungun Bangsa Mongol Alaf Baru.........US dan Britain, Bangsa Mongol Alaf Baru Baghdad mempunyai sejarah yang panjang dalam Islam. Baghdad diberi julukan sebagai Madinatus Salam atau kota perdamaian dan dijadikan sebagai ibukota kekhalifahan Islam Bani Abbasiyah. Menurut sejarah islam, Harun Al Rasyid yang berjaya menjadikan Baghdad sebagai kota yang makmur. Beliau membawa Ba Pada sekitar abad ke tujuh Hijriyah, terjadilah penyerangan besar-besaran dari bangsa Mongol. Akibat penyeangan itu, Mongol dengan pemimpinnya Genghis Khan akhirnya berhasil menguasai hampir sebagian besar Asia dan Eropah bahkan tidak terkecuali juga kekhalifahan Islam. Baghdad sebagai kota terbesar dan pusat dunia Islam menjadi target penyerangan dan pencerobohan pertama bangsa Mongol. Maka diutuslah Hulagu Khan, cucu dari Genghis Khan untuk menyerang dan menakluki Baghdad. Khalifah di Baghdad waktu itu adalah Al Musta'sim, yang suda Penasihat khalifah memberikan saran agar mengadakan perjanjian damai dengan Mongol. Sebenarnya penasihat khalifah tersebut berkonspirasi dengan Mongol dengan bermatlamatkan dirinya dijadikan khalifah selanjutnya. Bagi menghindari banyak jiwa rakyat yang akan terkorban, Al Musta'sim bersetuju dan menemui Hulagu di luar kota Baghdad. Sebagaimana yang direncanakan, Al Musta'sim dibunuh bersama-sama semua delegasinya. Menurut kepercayaan di kalangan bangsa Mongol jika darah seorang pemimpin sampai menyentuh tanah , maka sebagai akibat mereka akan mendapat nasib buruk dan kalah perang. Oleh kerana itu, Al Musta'sim tidak dibunuh dengan pedang tapi dimasukkan dalam karung dan karung tersebut ditombaki dan dinjak dengan kuda. Naudzubillah min dzallik. Begitu pula dengan penasihat khalifah yang berkonspirasi dengan bangsa Mongol pun turut dibunuh. Akhirnya, bangsa Mongol pun berjaya memasuki ke kota Baghdad. Dimulailah pembantaian rakyat awam yang sama sekali tidak bersedia dengan perang. Tidak ada pilihan lain, kota Baghdad yang pada waktu itu dipenuhi oleh para ilmuwan, menyerah karena tidak boleh melawan. Namun akhirnya rakyat awam yang sudah menyerah itu pun dibantai secara brutal. Begitu pula dengan hasil karya mereka. Banjirlah Baghdad dengan merah, warna darah dan hitam warna tinta dari literasi dan buku ilmu pengetahuan. Setelah hancurnya Baghdad satu persatu kota-kota Islam lainnya mulai dikuasai Mongol. Sampai akhirnya Hulagu siap menyerang Mesir, yang pada waktu itu dipimpin oleh Khalifah Qutuz. Dikirimlah utusan dengan surat yang memerintahkan Qutuz menyerah dan menyerahkan Mesir kepada Mongol. Qutuz sudah mendengar bahwa bangsa Mongol merupakan bangsa yang susah untuk dikalahkan, namun beliau mempunyai keimanan yang tinggi kepada Allah. Hanya Allah-lah yang patut untuk ditakuti. Karenanya tidak patut seorang hamba Allah takut kepada sesama makhluk ciptaan-Nya. Ia merobek surat dan memenggal kepala utusan yang membawa Sebagai akibat daripada tindakan itu, Qutuz yakin bahwa tindakan ini akan mempercepatkan penyerangan Mongol ke Mesir. Di Mesir pada waktu terjadi perpecahan antara umat Islam. Dengan tujuan agar dapat membela Mesir dan Islam, Qutuz berhasil menyatukan pihak-pihak yang bersengketa di Mesir, seperti salah satu yang terkenal adalah Sultan Mamluk, Baibar. Daripada menunggu diserang, Qutuz beserta semua khalifah di Mesir berusaha mengadakan pertempuran dengan pasukan Mongol di luar kota. Akhirnya mereka bertemu di daerah Ain Jalut, sekitar Palestine utara. Pertempuran ini dikenal sebagai Perang Ain Jalut. Pasukan musuh menpunyai kelebihan dari segi perlengkapan perang seperti senjata, bekalan makanan, dan moral yang tinggi karena tidak pernah dikalah Ketika pertempuran berlangsung, keadaan memihak kepada musuh. Mereka menyerang dengan begitu aggresif dan bertenaga. Para pasukan muslim mula terpukul mundur dan jumlah yang terkorban semakin meningkat. Di dalam keadaan pasukan Mongol terus menekan pasukan Muslim. Menurut perhitungan, kekalahan bagi pasukan muslim hanya menunggu waktunya. Di ketika jumlah askar muslimin yang terkorban semakin meningkat, sebagai seorang pemimpin, Qutuz tetap semangat dan berusaha untuk kembali mengembalikan moral pasukan Muslim. Dengan menaiki sebongkah batu, beliau melepaskan pelindung kepalanya dan meneriakkan salah satu kalimat yang bersejarah dalam Islam, "Islamah... Islamah..." yang berarti "Demi Islam... Demi Islam..." sambil diiringi sedikit tangisan. Mendengar kalimat itu, para panglima pasukan Muslim yang tadinya mulai mundur, ikut mengumandangkan kalimat "Islamah... Islamah.." Yang pada ak Pada akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada pasukan Muslim dan mematahkan mitos atau anggapan bahwa pasukan Mongol tidak boleh dikalahkan. Dengan bantuan Allah semua itu boleh dilakukan. Pasukan Mongol terpaksa mundur ke Baghdad. Kemenangan di perang Ain Jalut ini membuka jalan untuk kembali mengembalikan Islam di Baghdad. Dengan bantuan Allah, akhirnya Qutuz berhasil mengembalikan Islam ke Baghdad. Kalau kita lihat pengajaran daripada sejarah Baghdad di atas, mungkin Anda akan merasakan deja vu (terulang kembali). Begitulah keadaannya. Kita pun akan melihat nanti, walau sebagaimana sekuat apa pun suatu kekuatan, insya Allah akan hancur seperti halnya pasukan Mongol. Demikian pula ketika kita dalam keadaan yang mempunyai kekuatan, hendaknya berlaku adil. Hal ini terjadi ketika khalifah Qutuz kembali mengislamkan Baghdad, di mana banyak penduduk Mongol yang menyerah kalah. Mereka tidak dibunuh, mereka tidak disakiti, mereka dibiarkan hidup. Yang pada akhirnya... mereka memeluk Islam. Begitulah keadilan islam……… Subhanallah. Wallahu'alam bishshawab Abu Faaiq…..
Diterbitkan oleh : |