SUMBANGAN MEMBANTU LAMAN INI
Bank Islam Cawangan Dungun No : 13044-01-0009696 Nama Pemegangan : Dewan Pemuda Pas Kawasan Dungun Dokumen Rahasia dari Mereka yang Tidak Bertanggungjawab
Dokumen Rahasia dari Mereka yang Tidak Bertanggungjawab Dalam sebuah dokumen rahasia dituliskan tentang pembatalan penguasaan atas kota suci, Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha, juga tentang pembatalan hak kembali bagi para pengungsi Palestina ke negeri asalnya dan pengokohan penjajahan Israel. Mantan Badan Intelejen Dalam Negeri Israel, Shabak, Ami Ayalon dan Direktur Universitas al-Quds dari gerakan Fatah, DR. Sirri Nusaebah, yang terlibat hubungan kental dengan para pejabat intelejen Israel dan AS, mengumumkan akan memulai kampanye untuk mengumpulkan tanda-tangan atas dokumen bersama menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Keduanya sempat bertemu di bulan Juni 2002 dalam sebuah pertemuan di Yunani. Salah satu poin dalam dokumen itu mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk memasukkan revisi perbatasan dengan perbandingan angka satu lawan satu. Pemukiman Yahudi tidak akan tinggal di negara Palestina, kota Al-Quds (Jerusalem, red.) tetap menjadi 'kota terbuka', tidak ada penguasaan atas Masjid Al-Aqsha, para pengungsi Palestina hanya akan bisa kembali ke wilayah negara Palestina saja, negara Palestina adalah negara yang dilucuti senjatanya dan kesepakatan ini akan bisa mendorong mengakhiri konflik. Situs al Markaz al Filistin lil I'lam hari ini, Kamis (26/06) mendapatkan salinan dokumen tersebut secara lengkap. Berikut teks lengkapnya: Prolog Kedua bangsa, Yahudi dan Palestina, masing-masing mengakui hak-hak historis kepada lainnya atas tanah yang sama. Sepanjang sejarah, bangsa Yahudi berupaya mendirikan negara Yahudi di penjuru tanah air Israel, sementara bangsa Palestina adalah bangsa lain yang juga berusaha mendirikan negara di penjuru negeri Palestina. Kedua belah pihak sepakat atas masalah di atas dengan jalan tengah, jalan histories, yang berlandaskan pada dua negara yang masing-masing memiliki otoritas hidup berdampingan satu sama lainnya. Semua keinginan yang disampaikan di sini adalah ekspresi keinginan mayoritas masing-masing bangsa. Kedua pihak juga meyakini bahwa usulan ini akan bisa mempengaruhi para pemimpin kedua pihak, dengan begitu keduanya akan membuka periode baru dalam sejarah di wilayah ini. Periode baru ini akan terwujud juga dengan ajakan keluarga dunia untuk menjamin keamanan wilayah serta membantu pengembangan ekonomi didalamnya. Pengumuman Keinginan Masing-Masing Pihak:
1). Dua negara untuk dua bangsa: Kedua belah pihak mengumumkan bahwa Palestina adalah negara satu-satunya untuk bangsa Palestina dan 'Israel' adalah satu-satunya negara bagu bangsa Yahudi. 2). Perbatasan: Kedua negara sepakat untuk mendirikan perbatasan permanen di antara keduanya, sesuai dengan perbatasan yang ditentukan pada tanggal 4 Juni 1967 dan keputusan-keputusan PBB serta usulan-usulan perdamaian Arab (Usulan Arab Saudi) - Perubahan perbatasan berbanding satu lawan satu dengan asas permintaan kedua belah pihak dan jaminan keamanan, kontak regional dan alasan-alasan demografi. - Dua wilayah geografi yang akan membentuk negara Palestina –Tepi Barat dan Jalur Gaza- berhubungan satu sama lain. - Setelah pengukuhan perbatasan ini, para pemukim Yahudi tidak akan tinggal di negara Palestina. 3). Al-Quds: Kota Al-Quds adalah kota terbuka dan ibu kota bagi kedua negara. Didalamnya dijamin kebebasan beragama dan kemudahan mencapai tempat-tempat yang disucikan. - Kampung-kampung Arab di kota Al-Quds di bawah kekuasaan Palestina dan kampung-kampung Yahudi di bawah kekuasaan Israel. - Masing-masing pihak tidak ada hak menguasai tempat-tempat suci, dan negara Palestina diakui sebagai penjaga (guardian) bagi Masjid Al-Aqsha demi kepentingan umat Islam. Sementara Israel diakui sebagai penjaga tembok ratapan demi kepentingan bangsa Yahudi. Untuk tempat-tempat suci bagi agama Nasrani tetap mendapatkan penjagaan khusus, dan tidak ada penggalian tanah, baik di dalam maupun di bawah, tempat-tempat suci. 4). Hak Kembali (ke tanah air bagi Palestina): Sebagai pengakuan atas penderitaan yang dialami oleh para pengungsi Palestina, maka keluarga dunia dan Israel serta negara Palestina akan mengupayakan pemberian dana dari IMF. - Para pengungsi Palestina ini hanya akan bisa kembali ke wilayah negara Palestina saja, sedangkan bangsa Yahudi akan kembali ke negara Israel saja. - Keluarga dunia mengupayakan bantuan-bantuan bagi perbaikan kondisi pengungsi yang ingin tetap tinggal di negara-negara yang saat ini mereka hidup didalamnya atau mereka yang ingin pindah ke negara ke ketiga. 5). Negara Palestina adalah negara yang tidak bersenjata dan pihak keluarga dunia akan menjamin keamanan dan ketertibannya. 6). Akhir pertikaian: Dengan pelaksanaan utuh bagi semua konsep di atas, akan diletakkan akhir semua tuntutan dari masing-masing pihak dan konflik Israel-Palestina akan berakhir. (AM Rais)
Pendeta Yahudi: Tuhan Perintahkan Bunuh Warga Palestina Persatuan Pendeta dan Rabbi Ekstrimis Yahudi menggelar pertemuan resmi di Jerusalem pada hari Rabu (25/06/2003) guna membahas tentang mempertahankan pemukiman yahudi di kawasan konsentrasi penduduk Palestina seperti Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dalam pertemuan itu juga, mereka mengeluarkan fatwa radikal atas nama agama yahudi, bahwa Tuhan mereka telah menghalalkan proses pembantaian terhadap semua warga Palestina. bahkan semua proses kekerasan dan pembunuhan terhadap warga Palestina terhadap warga Palestina sekarang ini sangat diberkati oleh Tuhan yahudi. Menurut salah seorang pendata yahudi Syamuel el yahu Ketua Persatuan Pendeta yahudi daerah Shofad mengatakan bahwa mempertahankan tanah Palestina sebagai tanah yahudi dan pembunuhan warga Palestina termasuk sebuah perbuatan di atas undang-undang internasional sekalipun. Karena hal itu merupakan perintah tuhan yang tidak bisa disamakan dengan undang-undang buatan manusia. Sehingga realisasi dari semua itu, merupakan kewajiban utama bagi setiap ras yahudi dan akan mendapat berkat dari tuhan, jelasnya. Masih menurutnya bahwa fatwa yang mereka keluarkan semata-mata perintah tuhan yang mereka interpretasikan dalam bahasa manusia kontemporer. Menyikapi aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh perjuangan Hamas, DR Rantisi mengatakan bahwa mata-mata berada di belakang suksesnya pembunuhan Israel terhadap tokoh Hamas. Selain itu,penjajah Israel juga berusaha mengisolasi tokoh Hamas, sehingga memudahkan mereka untuk mencari keberadaan mereka. Selain itu, penjajah Israel juga berusaha memecah belah kekuatan pejuang Palestina dengan mengadu domba antara pasukan pejuang, dengan mengedarkan berbagai selebaran dengan isi fitnah dari satu kelompok mujahidin kepada kelompok yang lainnya seperti terjadi di Beit Hanun. Menurutnya, ia sama sekali tidak percaya saudaranya di Beit Hanun akan melakukan hal hina seperti itu. Ia menegaskan bahwa cara seperti itu sangat murahan karena dengan sendirinya semua pejuang Palestina sudah mengenal karakter masing-masing dengan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Sehingga tidak mudah menerima sebuah infomasi kecuali setelah ada tabayun dan klarifikasi terlebih dahulu. (andin) Syeikh Raed Sholah: Tuduhan itu Dusta Belaka! COMES (25/06/2003) 14:45 Syeikh Raed Sholah, Ketua Gerakan Islam Palestina '48, untuk pertama kali menampik tuduhan yang diarahkan kepadanya dan kepada teman-temannya, baik secara umum maupun detail. Bahkan menganggap apa yang dilakukan polisi Israel merupakan tekanan agama dan kental nuansa politiknya. Dalam pernyataannya yang disampaikannya kepada kalangan pers sebelum tuduhan disampaikan kepadanya di aula pengadilan pusat, Syeikh Raed mengatakan:"Saya telah membaca tuduhan itu, dan semua tuduhan itu dusta dan bohong belaka. Di sana ada perbedaan besar antara apa yang ditulis dalam berita acara penangkapan dengan apa yang dituduhkan itu. Penyelidikan yang dilakukan bersama saya hanya seputar masalah aqidah dan ibadah dalam Islam seperti sholat, puasa, hajidan umrah. Mereka juga menyelidiki saya seputar beberapa sikap, terutama sikap kami terhadap Masjid Al-Aqsha." Masih tambah Syeikh Raed yang menggunakan bahasa Ibrani:"Pihak Jaksa dan Polisi Israel dengan mengajukan tuduhan-tuduhan itu telah melakukan kebohongan pengadilan dan opini umum masyarakat Yahudi." Beliau juga menegaskan bahwa apa yang sekarang ini dialami oleh gerakannya berupa penangkapan dan berbagai tuduhan lain kepadanya:"Merupakan pukulan terhadap setiap gerakan Arab di dalam Palestina dan pembungkaman Arab secara keseluruhan," katanya dengan tegas. Pernyataan tersebut disambut dengan takbir oleh DR. Sulaiman Eghbariah sambil mengumandangkan yel-yel "Dengan jiwa dan dara, kami korban untuk-mu wahai Al-Aqsha!". Akibatnya, ia sempat diminta diam oleh penjaga sidang dan kemudian mengeluarkan penasehat hukum terdakwah, Ali Rafi dari ruangan sidang dan mengancam akan mengeluarkan dari ruangan sidang siapa saja yang membuat gaduh suasana. Bahkan menurut sejumlah saksi mata, mental para terdakwah itu sangat tinggi sekali dengan sesekali terlihat senyuman dan tertawa kecil dari raut wajah mereka. Sementara itu, seperti yang dilaporkan al Markaz al Filistin lil I'lam hari ini, Rabu (25/06) ratusan aktivis gerakan Islam, pendukungnya, para tokoh politik Arab dan anggota Komite Rakyat untuk pembebasan Syeikh Raed Shalah melakukan aksi unjuk rasa di depan ruangan sidang Pengadilan Pusat di kota Heifa. Para pengunjuk rasa terlihat membawa foto-foto Syeikh Raed dan teman-teman aktivis yang sama-sama ditahan, sambil meneriakkan yel-yel menentang penangkapan itu dan meminta segera agar para tahanan itu dibebaskan. (AM Rais)
Ingin Bidik Aktivis Al-Qassam, Israel Salah Sasaran COMES (26/06/2003) 10:00 Ketika ramai dibicarakan tentang faksi-faksi perlawanan Palestina diminta untuk melakukan genjatan senjatan, beberapa pesawat tempur Israel menyerang sebuah mobil sipil dari jenis Mercedes yang sedang melaju di daerah Abasan, sebelah timur Khan Yunis. Beberapa saksi mata mengatakan sejumlah heli militer Israel melepaskan roket ke arah mobil Palestina yang mengakibatkan gugurnya sang sopir, Akram Farhan (35 tahun) dan warga lainnya, seorang wanita bernama Nifin Abu Rojelah (22 tahun) yang berada di mobil belakang mobil sasaran, serta melukai 12 lainnya. Sejumlah sumber Palestina, seperti yang dilansir al Markaz al Filistin lil I'lam kemarin, (Rabu (25/06) menegaskan bahwa aksi pembunuhan itu mentargetkan Muhammad Seyam, salah seorang anggota Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas. Seyam sendiri luka patah di bagian kaki kirinya akibat serangan roket tersebut yang mengenai mobil yang dinaikinya. Sementara itu, sumber-sumber militer Israel menegaskan bahwa dua helikopter tempur milik angkatan udara Israel melepaskan roket ke arah kelompok pelalu aksi serangan yang berusaha memasang rudal Qassam di Khan Yunis. Masih tambah sumber-sumber tadi, heli-heli tempur itu melepaskan beberapa kali roket ke arah mereka. Akibatnya, jelas sumber-sumber tersebut, dua warga Palestina gugur syahid, laki dan perempuan serta melukai 15 lainnya, sebagiannya
Diterbitkan oleh : |