Tranung Kite dot net

SUMBANGAN MEMBANTU LAMAN INI
Bank Islam Cawangan Dungun No : 13044-01-0009696
Nama Pemegangan : Dewan Pemuda Pas Kawasan Dungun

Az-Zahraa': Putri Revolusi Islam

Oleh: Ilhamrahmani

Artikel disumbangkan sempena sambutan terhadap kesyahidan Fatima Az-Zahraa' pada 2 Ogos 2003. Tatapannya tajam memandang. Pohon-pohon kurma yang tinggi dengan daun-daunnya yang berwarna mulai tampak. Rumah-rumah Madinah yang akrab baginya mulai terlihat. Sejenak dia berhenti dan menarik nafas dalam-dalam untuk menghirup aroma semerbak Rasul, masjid Nabi dan menara yang selama bertahun-tahun menjadi tempat dirinya mengumandangkan azan. Dia mulai melangkah. Tak berapa lama, gerbang kota Madinah telah ia lewati. Dia berdiri mengibaskan pakaiannya untuk menghormati kota Nabi. Dia memandang menatap sekelilingnya. Semua orang sibuk dengan pekerjaan harian mereka. Tak ada yang sedar akan kedatangannya. Dia bergegas menuju perkampungan Bani Hasyim yang terdiri dari lorong-lorong sempit. Dia mulai mengingat kenangan lama. Dulu dia sering berdiri di lorong ini untuk mengiringi Nabi berjalan menuju masjid. Kali ini, dia datang ke Madinah untuk menemui putri kesayangan Nabi, Fatimah. Dia bergegas menuju rumah Ali. Padahal sebelumnya dia telah berjanji untuk tidak datang ke kota yang telah melupakan keluarga suci Nabi SAW itu. Sesampainya di depan rumah Ali, dia mengucapkan salam, "Salam Sejahtera atas Keluarga Nabi."

Hasan dan Husein, dua putra Ali dan Fatimah yang mengenal suara itu segera berlari ke arah pintu. Mereka berseru "Bilal datang!" Bilal memeluk dua cucu kesayangan Nabi itu. Tak mampu ia menahan derasnya airmata yang mengalir membasahi wajahnya. Hasan dan Husein teringat hari-hari sewaktu datuk mereka Rasulullah masih hidup, sementara aroma kenabian kembali dirasakan oleh Bilal. Kepada keduanya Bilal menanyakan keadaan ibu mereka. Hasan dan Husein menggapit tangan muadzin Rasul itu untuk menemui ibunda mereka yang terbaring lemas karena sakit yang dideritanya. Putri Rasul ini sedang menanti kedatangan Bilal. Sebab dalam mimpinya, Rasulullah, mengatakan bahwa Bilal akan datang menjenguk Fatimah. Bilal mengucapkan salam. Dengan suara lirih dan nyaris tak terdengar Fatimah AS menjawab, "Salam atasmu wahai muadzin ayahku, Rasulullah." Suara putri Nabi yang sangat lemah itu makin menyayat hati Bilal. Dia bertanya, "Wahai putri Nabi, apa yang terjadi sehingga Anda terbaring sakit seperti ini?" Tanpa menjawab pertanyaan itu, Fatimah meminta Bilal untuk sekali kali mengumandangkan adzan di masjid Nabi. Beliau berkata, "Bilal, sebelum mati, aku ingin mengingat hari-hari indah bersama Rasulullah. Pergilah ke masjid dan kumandangkanlah adzan. Aku ingin sekali lagi mendengar adzanmu dan shalat dengan adzan itu. Hanya sekali saja."

Mendengar kata-kata itu Bilal tertegun dan tenggelam dalam perasaan sedihnya. Dia sadar bahwa putri Nabi yang terbaring di depannya itu tidak akan hidup lebih lama. Bilal bangkit untuk mengabulkan permintaan Fatimah AS. Bergegas dia menuju masjid. Anak-anak tangga dengan cepat ia lewati sampai ia tiba di menara masjid. Dari atas menara dia kembali teringat hari-hari saat dia menjadi muadzin Rasul dan saat-saat ketika dia dari atas menara itu menyaksikan Rasul berwudhu. Namun kali ini sungguh berbeza. Kali ini, keberadaannya di atas menara masjid hanya demi mengabulkan permintaan putri Nabi. Bilal mulai menarik nafas dan, "Allahu Akbar Allahu Akbar." Madinah membisu. Suara Bilal membahana di seluruh penjuru kota. Suara itu sangat akrab di telinga warga Madinah. Bilal melanjutkan, "Asyhadu an lailaha illallah." Ya, itu suara Bilal. Tanpa sadar mereka meninggalkan pekerjaan masing-masing menuju ke masjid Nabi. Bilal melanjutkan, "Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah." Tiang-tiang masjid bergetar saat nama rasul disebut. Mereka yang memandang Bilal, si muadzin Nabi, teringat pada hari-hari yang telah lalu dan tak mampu menahan jatuhnya butiran bening dari kelopak mata mereka. Tapi di rumah Ali, Fatimah tidak dapat menahan diri saat mendengar nama ayahnya disebut, dan jatuh pengsan. Serta merta Hasan dan Husein berlari menuju masjid dan meminta Bilal menghentikan adzannya. Mereka berkata, "Bilal, demi Allah, jangan kau teruskan adzanmu. Ibuku tak mampu menahan kesedihannya lagi." Bilal menghentikan adzannya dan turun dari menara masjid Nabi. Tak kata-kata yang bisa dia ucapkan, tenggorokannya terasa begitu sesak. Direngkuh dan dipeluknya kedua cucu kesayangan Nabi itu, dengan airmata deras yang membasahi pipinya.

Sebelum ajal datang menjemputnya, Fatimah Zahra AS menghadap kiblat setelah sebelumnya berwudhu. Beliau mengangkat tangan dan berdoa, "Ya Allah, jadikanlah kematian bagai kekasih yang aku nantikan. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan inayah-Mu kepadaku. Tempatkanlah ruhku di tengah arwah orang-orang yang suci dan jasadku di sisi jasad-jasad mulia. Ya Allah, masukkanlah amalanku ke dalam amalan-amalan yang Engkau terima."

Tanggal 3 Jumadi Tsani tahun 11 Hijriyyah, Fatimah Zahra putri kesayangan Nabi menutup mata untuk selamanya. Beliau wafat meninggalkan pelajaran-pelajaran yang berharga bagi kemanusiaan. Hari ini, kami mengucapkan belasungkawa kepada para pecinta keluarga suci Rasul.

Rasul pernah menyifati putrinya, Fatimah AS dengan sabdanya, "Allah telah memenuhi hati dan seluruh anggota tubuh Fatimah dengan keimanan dan keyakinan." Kepada putrinya itu, beliau pernah bersabda, "Fatimah, Allah telah memilihmu dan menghiasimu dengan makrifat dan pengetahuan. Dia juga telah membersihkanmu dan memuliakanmu di atas wanita seluruh jagat." Kecintaan Rasulullah SAW kepada Fatimah Zahra AS merupakan satu hal khusus yang layak untuk dipelajari dari kehidupan beliau. Di saat bangsa Arab menganggap anak perempuan sebagai pembawa sial dan kehinaan, Rasul memuliakan dan menghormati putrinya sedemikian besar. Selain itu, Rasulullah SAW biasa memuji seseorang yang memiliki keutamaan. Dengan kata lain, pujian Rasul kepada Fatimah adalah karena beliau menyaksikan kemuliaan pada diri putrinya itu. Nabi SAW tahu akan apa yang bakal terjadi sepeninggalnya kelak. Karena itu, sejak dini beliau telah mengenalkan kemuliaan dan keagungan Fatimah kepada umatnya, supaya kelak mereka tidak bisa beralasan tidak mengenal keutamaan penghulu wanita sejagat itu.

Suatu hari, seorang sahabat bertanya kepada Rasul, "Mengapa Anda tidak memperlakukan anak-anak Anda yang lain seperti Fatimah?" Rasul menjawab, "Engkau tidak mengenal Fatimah. Aku mencium bau syurga pada diri Fatimah. Engkau tidak tahu bahwa keredhaan Allah ada pada keredhaan Fatimah dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan Fatimah."

Kesempurnaan manusia tidak mengenal jenis jantina. Kesempurnaan itu adalah sebuah anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk dapat mengenal dirinya lebih dalam. Fatimah adalah contoh nyata dari sebuah kesempurnaan. Dengan mengikuti dan meneladaninya, kesuksesan dan kebahagiaan hakiki yang menghantarkan kepada kesempurnaan akan boleh digapai. Fatimah adalah wanita yang banyak menimba ilmu, makrifat dan hikmah hakiki. Keluasan ilmunya tampak sekali dalam khotbah yang beliau sampaikan di masjid Nabi, di hadapan para sahabat.

Dalam khutbah itu, Fatimah AS menjelaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri dan masyarakat adalah dengan memegang teguh agama dan patuh kepada perintah Allah. Beliau yang mengetahui psikologi masyarakatnya menerangkan berbagai kekurangan yang ada di tengah mereka. Dalam khutbah itu, Fatimah AS membawakan berbagai ayat suci Al-Qur'an dan menjelaskan tafsirannya. Peristiwa yang terjadi di masa lalu, sejarah umat-umat terdahulu yang layak dijadikan pelajaran dan bahan peringatan, diungkapkannya. Dalam khutbah tersebut Fatimah sebagai seorang hamba yang saleh dan arif yang hakiki, menjelaskan kecintaannya kepada Sang Maha Pencipta.

Fatimah Zahra AS, adalah wanita yang mengenal betul kedudukan di tengah masyarakat. Beliau sedar akan adanya makar dan tipu daya musuh-musuh Islam. Hal itulah yang kemudian beliau ungkapkan dalam khutbahnya. Ringkasnya, Fatimah AS sebagai seorang yang mengetahui seluk beluk politik dan sadar akan kedudukan di zamannya, menerangkan kepada semua orang bahwa Islam adalah agama terakhir Tuhan dan syariat yang paling sempurna. Beliau juga menjelaskan bahwa satu-satunya jalan keselamatan adalah dengan mengikuti jejak Ahlul Bait AS.

Berikut ini adalah sekelumit dari khotbah Sayyidah Fatimah Zahra AS di masjid Nabi. "Rasulullah diutus saat seluruh bangsa terpecah-pecah. Mereka menyembah berhala. Meski mengenal Tuhan, mereka mengingkarinya. Dengan perantara Muhammad, Allah menyingkap tabir syirik dan kekafiran. Dia membersihkan kotoran dari hati, dan Dia berikan cahaya di mata. Muhammad dengan cahaya petunjuk bangkit di tengah umat untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke cahaya benderang. Dia menggiring umat ke arah agama yang kuat dan mengajak mereka kepada kebenaran.

Mengenal Pribadi Azzahra (Bahagian II)

Riwayat yang masyhur menyebutkan bahwa Fatimah Zahra AS, hanya sempat mengenyam kehidupan yang singkat. Beliau wafat pada usia yang sangat belia, 18 tahun. Meskipun singkat, kehidupan beliau banyak mengandungi pelajaran berharga. Kehidupan putri Rasul ini, laksana permata indah yang memancarkan cahaya. Pada kesempatan ini, kami ingin mengajak Anda untuk melihat sekelumit dari kepribadian beliau yang agung, untuk dijadikan pedoman, khususnya bagi kaum perempuan. Tak diragukan lagi, sebagian besar masalah dan masalah yang dihadapi umat manusia adalah karena kelalaiannya akan hakikat wujud kemanusiaannya, sehingga dia terjebak dalam tipuan dunia. Sebaliknya, manusia boleh mendekatkan diri kepada Tuhan saat dia mengenal dirinya dan mengetahui tugas yang harus ia lakukan dan pertanggungjawabkan kepada Allah, Sang Pencipta alam kehidupan.

Fatimah Zahra AS, adalah seorang figur yang unggul dalam keutamaan ini. Dalam doanya, beliau sering berucap, "Ya Allah, kecilkanlah jiwaku di mataku dan tampakkanlah keagungan-Mu kepadaku. Ya Allah, sibukkanlah aku dengan tugas yang aku pikul saat Engkau menciptakanku, dan jangan Engkau sibukkan aku dengan hal-hal yang lain."

Keikhlasan dalam beramal adalah jembatan menuju keselamatan dan keberuntungan. Manusia yang memiliki jiwa keikhlasan akan terbebas dari seluruh belenggu hawa nafsu dan akan sampai ke tahap penghambaan murni. Keikhlasan akan memberikan keindahan, kebaikan, dan kejujuran kepada seseorang. Contoh terbaik dalam hal ini dapat ditemukan pada pribadi agung Fatimah Zahra AS. Seseorang pernah bertanya kepada Imam Mahdi AS, "Siapakah di antara putri-putri Nabi yang lebih utama dan memiliki kedudukan yang lebih tinggi?" Beliau menjawab, "Fatimah." Dia bertanya lagi, "Bagaimana Anda menyebut Fatimah sebagai yang lebih utama padahal beliau hanya hidup singkat dan tidak lama bersama Nabi?" Beliau menjawab, "Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan ini kepada Fatimah karena keikhlasan dan ketulusan hatinya."

Sayyidah Fatimah dalam munajatnya sering mengungkapkan kata-kata demikian, "Ya Allah, aku bersumpah dengan ilmu ghaib yang Engkau miliki dan kemampuan penciptaan-Mu. Berilah aku keikhlasan. Aku ingin aku tetap tunduk dan menghamba kepada-Mu di kala senang dan susah. Saat kemiskinan mengusikku atau kekayaan datang kepadaku, aku tetap berharap kepada-Mu. Hanya dari-Mu aku memohon kenikmatan tak berujung dan kelapangan pandangan yang tak berakhir dengan kegelapan. Ya Allah, hiasilah aku dengan iman dan masukkanlah aku ke dalam golongan mereka yang mendapatkan petunjuk."

Kecintaan Fatimah AS kepada Tuhan disebut oleh Rasulullah sebagai buah dari keimanannya yang tulus. Beliau bersabda, "Keimanan kepada Allah telah merasuk ke kalbu Fatimah sedemikian dalam, sehingga membuatnya tenggelam dalam ibadah dan melupakan segalanya."

Manusia yang mengenal Tuhannya akan menghiasi perilaku dan tutur katanya dengan akhlak yang terpuji. Asma', salah seorang wanita yang dekat dengan Sayyidah Fatimah AS mengatakan, "Aku tidak pernah melihat seorangpun wanita yang lebih santun dari Fatimah. Fatimah belajar kesantunan dari Dzat yang Mahabenar. Hanya orang yang terdidik dengan tuntunan Ilahi-lah yang bisa memiliki perilaku dan kesantunan yang suci. Ketika Allah swt melalui firman-Nya memerintahkan umat untuk tidak memanggil Rasul dengan namanya, Fatimah lantas memanggil ayahnya dengan sebutan Rasulullah. Kepadanya Nabi bersabda, "Fatimah, ayat suci ini tidak mencakup dirimu." Dalam kehidupan rumah tangganya, putri Nabi ini selalu menjaga etika dan akhlak. Kehidupan Ali dan Fatimah yang saling menjaga kesantunan ini layak menjadi teladan bagi semua.

Kasih sayang dan kelemah-lembutan Fatimah AS diakui oleh semua orang yang hidup sezaman dengannya. Dalam sejarah disebutkan bahwa kaum fakir miskin dan mereka yang memiliki hajat, akan datang ke rumah Fatimah ketika semua jalan yang bisa diharapkan membantu mengatasi persoalan mereka telah tertutup. Fatimah tidak pernah menolak permintaan mereka, padahal kehidupannya sendiri serba berkekurangan.

Poin penting lain yang dapat dipelajari dari kehidupan dan kepribadian penghulu wanita sejagat ini adalah sikap tanggap dan peduli yang ditunjukkan beliau terhadap masalah rumah tangga, pendidikan dan masalah sosial. Banyak yang berprasangka bahwa keimanan dan penghambaan yang tulus kepada Allah akan menghalangi orang untuk berkecimpung dalam urusan dunia. Kehidupan Sayyidah Fatimah Zahra AS mengajarkan kepada semua orang akan hal yang berbeda dengan anggapan itu. Dunia di mata beliau adalah tempat kehidupan, meski demikian hal itu tidak berarti harus dikesampingkan. Beliau menegaskan bahwa dunia laksana anak tangga untuk menuju ke puncak kesempurnaan, dengan syarat hati tidak tertawan oleh tipuannya. Fatimah AS berkata, "Ya Allah, perbaikilah duniaku bergantungnya kehidupanku. Perbaikilah kondisi akhiratku, karena ke sanalah aku akan kembali. Panjangkanlah umurku selagi aku masih bisa berharap kebaikan dan berkah dari dunia ini…"

Detik-detik akhir kehidupannya telah tiba. Duka dan derita terasa amat berat untuk dipikul oleh putri tercinta Nabi ini. Meski demikian, dengan lemah lembut Fatimah bersimpuh di hadapan Sang Maha Pencipta mengadukan keadaannya. Asma berkata, "Saya menyaksikan saat itu Fatimah AS mengangkat tangannya dan berdoa, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan perantara kemuliaan Nabi dan kecintaannya kepadaku. Aku memohon kepada-Mu dengan nama Ali dan kesedihannya atas kepergianku. Aku memohon kepada-Mu dengan perantara Hasan dan Husein serta derita mereka yang aku rasakan. Aku memohon kepada-Mu atas nama putri-putriku dan kesedihan mereka. Aku memohon, kasihilah umat ayahku yang berdosa. Ampunilah dosa-dosa mereka. Masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pengasih dari semua pengasih."

Khotbah Sayyidah Fatimah Zahra AS

Puji bagi Allah atas semua nikmat-Nya. Puji bagi Allah atas apa yang dia ilhamkan. Puji bagi Allah atas semua anugerah-Nya. Pemberian-Nya tak terhitung, tak terbalas, dan tak terjangkau. Dialah yang memerintahkan syukur demi mendapat anugerah yang lebih. Aku bersaksi, tidak ada tuhan selain Allah, Dialah Maha Tunggal, tak ada sekutu bagi-Nya. Aku mengakuinya dengan seluruh keikhlasan yang merasuk ke dalam kalbu dan menerangi fikiran.

Dia Mahatinggi untuk dijangkau penglihatan, atau disifati oleh lisan, dan dirasa oleh khayalan. Dia telah menciptakan segala sesuatu tanpa meniru apapun. Dia berikan wujud kepada ciptaan-Nya. Dia lakukan meski tak membutuhkan semua itu. Semua Dia lakukan untuk menunjukkan kebijaksanaan, kebesaran dan kekuasaan-Nya. Dialah yang layak disembah dan ditaati makhluk-Nya. Dia menjanjikan pahala atas ketaatan kepada-Nya dan mengancam balasan neraka atas kedurhakaan terhadap-Nya. Semua itu agar manusia menjauhi azab dan melangkah ke arah surga-Nya.

Aku bersaksi bahwa Ayahku Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Sebelum memberinya amanat risalah, Allah telah memilihnya. Sebelum memilihnya, Allah telah mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Sebelum menganugerahinya kenabian, dia telah menyucikannya pada saat seluruh makhluk masih diselubungi tabir kegaiban dan masih diselimuti ketiadaan yang menakutkan. Allah Maha Mengetahui akhir segala sesuatu dan Dia Maha meliputi seluruh peristiwa sejarah. Pengetahuan atas segala sesuatu ada pada-Nya.

Allah mengutusnya sebagai penyempurna urusan dan kehendak-Nya, sebagai pemutus ketentuan, sebagai pelaksana keputusan-Nya. Karena Dia telah menyaksikan keadaan umat yang terbagi atas beberapa golongan. Sekelompok orang duduk bersimpuh di hadapan berhala buatan mereka dan tampil sebagai pengingkar Allah. Dengan perantara ayahku, Muhammad, Dia singkap tabir kegelapan, Dia sirnakan keraguan dari hati mereka, dan Dia lenyapkan kotoran dari mata mereka. Ayahku bangkit untuk memberi petunjuk kepada umat manusia, melepaskan mereka dari belenggu kesesatan, mengganti kebutaan mata hati dengan cahaya ilmu, dan menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.

Akhirnya suatu saat, Allah mencabut ruhnya dengan penuh kasih dan membawa ayahku ke sisi-Nya. Muhammad kini telah bebas dari segala penderitaan dunia ini. Dia telah melampaui derajat para Malaikat suci dan berada di bawah keteduhan kasih sayang Tuhan Pengampun dan di sisi Sang Raja yang Maha Kuasa. Shalawat, rahmat dan berkah Tuhan atas ayahku, Nabi, pemegang amanat dan hamba pilihan-Nya.

Wahai hamba-hamba Allah, kalian adalah orang-orang yang menerima perintah dan larangan. Kalian bertugas menjaga agama dan wahyu. Kalian telah menerima amanat Ilahi atas diri kalian dan berkewajiban menyampaikannya kepada umat-umat yang lain. Petunjuk kebenaran ada di tengah-tengah kalian. Sebuah perjanjian telah ditawarkan kepada kalian dan dia meninggalkannya untuk kalian. Itulah kitab Tuhan yang jelas. Al-Qur'an yang jujur. Nur dan cahaya benderang yang meliputi seluruh ufuk. Dalilnya kuat. Rahasianya terungkap. Lahirnya jelas. Pengikutnya dikagumi. Taat kepadanya adalah penghantar ke surga ridhwan. Mendengarnya membawa keselamatan. Dengannya, hujjah-hujjah Tuhan yang jelas dapat digapai. Perintah, larangan, dalil, burhan, dan keutamaan bisa dicapai.

Tuhan telah menjadikan iman sebagai pembersih kalian dari syirik, sholat sebagai pencuci kalian dari kecongkakan, zakat sebagai jalan menuju kebersihan jiwa dan kelapangan rezeki, puasa sebagai penguat keikhlasan, haji sebagai pengukuh agama, keadilan sebagai pengikat hati, ketaatan kepada kami sebagai dasar keteraturan, kepemimpinan kami sebagai penyelamat umat dari perpecahan, jihad sebagai jalan menuju kemulian dan kebesaran Islam, kesabaran sebagai penggapai pahala, amar ma'ruf sebagai perantara perbaikan masyarakat, kepatuhan kepada orang tua sebagai penghalang kemurkaan Tuhan, silaturrahmi sebagai pemanjang usia dan penambah jumlah keluarga, qisas sebagai penjaga jiwa, memenuhi nazar sebagai kunci ampunan, komitmen kepada janji sebagai penyempurna kekurangan, larangan meminum khamar sebagai pencegah kekotoran, menghindari tuduhan sebagai penyelamat kutukan, dan menahan diri dari pencurian sebagai pintu kehormatan. Allah melarang syirik demi kemurnian penghambaan.

Karena itu, bertaqwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan kalian berserah diri kepada-Nya. Taatilah Allah dalam setiap perintah dan larangan-Nya. Sesungguhnya hanya orang-orang yang mengetahui saja yang takut kepada Allah.

Wahai kalian semua, ketahuilah bahwa aku adalah Fatimah putri Muhammad. Aku berkata kepada kalian, dengan kata-kata yang dipenuhi kejujuran. Aku tidak pernah melakukan satupun tindakan yang tidak benar. "Sesungguhnya telah datang kepada kalian, seorang dari kalangan kalian yang merasakan kesusahan kalian, yang menaruh perhatian besar kepada kalian, lemah lembut dan penyayang terhadap mereka yang beriman."

Tanyakanlah siapa orang yang memiliki hubungan dekat dengan orang itu. Dia adalah ayahku, bukan ayah satupun wanita di antara kalian. Dia adalah saudara anak pamanku, bukan saudara satupun lelaki dari kalian. Sungguh, betapa indah hubungan dekat dengannya! Dia telah menyampaikan risalah yang dimulai dengan ancaman terbuka terhadap semua berhala. Dia bangkit menentang segala bentuk penyekutuan Tuhan dan menumpas kaum musyrik. Dengan nasehat yang baik, dia mengajak kepada penyembahan Allah. Dia hancurkan berhala-berhala dan melumat habis kekuatan syirik. Sehingga cahaya terang memancar dan kebenaran terkuak.

Dia pulalah yang menjadi pemimpin dan penjelas agama sehingga bisikan-bisikan syaitan menghilang, para pemuka munafikin tersingkir, dan tali pengikat kekafiran dan pembangkangan terurai. Kalian mulai menggerakkan bibir untuk mengungkapkan kata-kata tauhid penuh keikhlasan di antara orang-orang pucat pasi dan terbelit kemiskinan. Padahal, sebelumnya kalian sudah berada di tepi tebing yang curam, meminum air keruh, dan memakan bangkai. Saat itu, kalian adalah orang-orang yang terusir dan terhina. Kalian cemas menjadi sasaran kekejian orang-orang di sekitar kalian. Tuhan menyelamatkan kalian dengan perantara Muhammad, setelah melalui berbagai peristiwa besar dan kecil, dan setelah berperang dengan kaum durjana Arab dan Ahlul Kitab. "Setiap kali mereka menyulut api peperangan, Allah akan memadamkannya."

Setiap kali syaitan mengeluarkan tanduknya dan kaum musyrik mulai membuka mulut, Ali saudaranya, tampil ke depan. Dia tidak pernah kembali sebelum berhasil mematahkan dan menekuk lutut mereka dengan pedangnya. Dia tanggung semua derita demi mengharap ridha Allah. Semuanya ia lakukan untuk Allah. Dialah orang terdekat Rasul. Dia adalah pemimpin di tengah para auliya, pendamba kebaikan. Dia penuhi upaya untuk meraih keridhaan Allah. Dia tidak pernah takut akan cercaan dan hinaan siapapun. Padahal, di saat yang sama kalian hidup dalam kenikmatan duniawi. Kalian menunggu saat-saat kami mendapat kesusahan. Kalian menantikan datangnya berita buruk tentang kami.

Di saat, perang kalian memilih untuk mundur melarikan diri. Karenanya, sewaktu Allah mengangkat nabi-Nya ke puncak derajat para nabi dan orang-orang pilihan, kemunafikan muncul di tengah-tengah kalian. Agama kalian mulai lusuh. Mereka yang memendam kesesatan mulai membuka mulut. Unta-unta piaraan kaum batil mulai bersuara dan bergerak di tengah kalian. Syaitan mulai mengeluarkan kepala dari tempat persembunyiannya dan memanggil-manggil kalian. Setan melihat kalian sebagai orang-orang patuh yang dapat mengembalikan kebesarannya.

Lantas kalian tandai unta yang bukan milik kalian, dan kalian masuk ke sumber air yang tidak kalian miliki. Padahal masa belum lama berlalu, luka masih belum sembuh dan Rasulullah masih belum dimakamkan. Semua itu kalian lakukan dengan tergesa-gesa dengan alasan mencegah fitnah. "Ingatlah, merekalah yang jatuh ke dalam fitnah dan sesungguhnya neraka jahannam mengepung orang-orang kafir." Sungguh, tidak disangka kalian akan melakukan hal ini. Ada apa dengan kalian? Kemanakah kalian pergi? Bukankah kitabullah ada di tengah-tengah kalian? Perintah, larangan, dan ajaran Al-Qur'an amatlah jelas. Apakah kalian menolaknya dan hendak menghukumi dengan selainnya? Sungguh, itulah seburuk-buruk pengganti bagi orang-orang zalim. "Barang siapa yang menghendaki agama lain selain Islam, maka tidak akan diterima darinya dan di hari akhirat dia termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi." Kalian bermain tipu muslihat. Kami bersabar, terhadap perlakukan kalian yang bagaikan pedang dan tombak yang tengah mengoyak tubuh ini. Tapi kini tuntutan kalian bertambah. Kalian merampas hak warisku. "Apakah kalian hendak menghukumi dengan hukum jahiliyyah? Bagi mereka yang yakin, siapakah yang lebih benar keputusannya dari Allah ?"

Hai Putra Abu Qahafah! Apakah Al-Qur'an memberimu hak untuk mewarisi ayahmu tetapi tidak memberiku hak yang sama? "Sungguh, kau telah mengatakan sesuatu yang sangat aneh". Apakah engkau sengaja mencampakkan kitabullah? Bukankah Allah berfirman, "Sulaiman telah mewarisi Daud" Bukankah mengenai Yahya putra Zakaria, Allah berfirman, "Ya Tuhan anugerilah aku seseorang yang akan mewarisiku dan mewarisi peninggalan keluarga Ya'qub." Allah juga berfirman, "Dan sanak keluarga sebagiannya lebih berhak atas sebagian yang lain."

Dia berfirman, "Allah telah memutuskan untuk kalian, mengenai anak-anak kalian bahwa laki-laki memperoleh dua kali lipat dari bagian perempuan."

Firman-Nya lagi, "Jika seseorang meninggalkan harta hendaknya dia memberikan wasiat yang baik untuk kedua orang tua dan keluarga dekatnya. Hal ini adalah hak bagi mereka yang bertaqwa."

Di hadapan semua dalil ini, dengan alasan apakah kalian mencegahku untuk mendapatkan hak yang aku warisi dari ayahku? Seakan-akan, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan ayahku. Apakah semua ayat suci tadi diturunkan untuk menjelaskan hak kalian dan mengecualikan aku darinya? Apakah mungkin kalian menganggap aku dan ayahku berbeda agama sehingga aku tidak berhak mewarisinya? Apakah kalian mengaku lebih tahu akan makna dan kandungan Al-Qur'an daripada ayahku dan anak pamanku, Ali? Ambillah, sampai kita bertemu di hari mahsyar.

Sungguh, Allah-lah sebaik-baik pemberi keputusan, Muhammad sebaik-baik pemimpin dan kiamat sebaik-baik tempat menuntut keadilan. Saat itu, mereka yang sesat akan merugi. Ya, ketika itu penyesalan tidak akan berguna. "Setiap berita ada tempatnya." "Tak lama lagi, engkau akan mengetahui siapakah yang akan mendapatkan adzab yang menghinakan dan siapakah yang akan memperoleh balasan siksa yang abadi."

Wahai sekalian Anshar, wahai para pembela agama dan pejuang Islam! Mengapa kalian diam menyaksikan perampasan hakku? Mengapa kalian tampak lemah untuk membelaku? Bukankah ayahku Rasulullah pernah bersabda, "Penghormatan kepada seseorang harus tetap dijaga terhadap anak-anaknya?"

Betapa cepatnya kalian berubah! Rasulullah telah meninggalkan kita, apakah lantas kalian juga akan mematikan agamanya? Memang kematian Rasul merupakan musibah besar yang menebar kelemahan dan mengguncang sendi. Kematiannya telah membuat dunia serasa gelap gulita, gunung-gunung menunduk, dan kehormatan tercabik. Inilah yang diperingatkan Tuhan sebelunya beliau wafat. "Muhammad tak lain adalah seorang Rasul. Banyak rasul sebelumnya yang telah diutus. Apakah jika dia mati atau terbunuh, kalian lantas kembali ke masa lalu? Siapapun yang kembali dan keluar dari agama, hal itu tidak akan merugikan Allah sama sekali. Dan Allah akan memberikan pahala kepada mereka yang bersyukur."

Wahai putra-putra Qeilah! Sungguh tak dapat dipercaya! Kalian diam membisu saat peninggalan ayahku dirampas di hadapan kalian. Padahal, kalian mendengar panggilan dan ajakan kami, kalian juga memiliki kekuatan, pedang, dan perisai. Bukankah sebelum ini kalian dikenal sebagai para pemberani yang berbudi baik? Kalian juga merupakan kaum pilihan untuk membela kami dan terlibat berbagai peperangan melawan bangsa Arab. Kalian tegar menghadapi segala kesulitan saat berhadapan dengan para jawara dari berbagai kaum. Selama ini kalian selalu mematuhi dan menyertai kami. Sampai akhirnya Islam tegak dengan perantara kalian. Kemusyrikan tergulung. Gelegak kedustaan mereda. Api kekufuran padam. Ketenangan kembali dan pondasi agama berdiri kokoh.

Tetapi mengapa kini kalian mundur setelah maju, lemah setelah kuat dan menjadi pengecut setelah dikenal berani? Mengapa kalian gentar menghadapi kaum yang melanggar janji mereka? "Perangilah para pemuka kekafiran karena mereka tidak memegang janji, supaya mereka berhenti dari perbuatan itu." Ketahuilah bahwa aku menyaksikan kalian saat ini hanya menginginkan kesenangan. Kalian telah melupakan apa yang sebelumnya kalian yakini. "Meskipun kalian dan seluruh penduduk dunia menjadi kafir, sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji."

Ketahuilah, kata-kata ini kuucapkan dengan kesadaran akan adanya kehinaan yang kini menguasai kalian dan keingkaran yang mengisi hati kalian. Kata-kataku ini adalah ungkapan suara hati yang penuh kemurkaan. Ungkapan perasaan akan ketiadaan penolong, penumpahan isi hati, dan ajakan terakhir. Terimalah kata-kata penuh luka ini, yang mengungkap cela abadi. Cela yang bersambung dengan kemurkaan Tuhan Yang Maha Kuat dan lekat dengan api neraka yang membakar hati. Allah menyaksikan seluruh perbuatan kalian. "Tak lama lagi mereka yang berbuat zalim akan mengetahui ke manakah mereka akan kembali."

Ilham Rahmani merupakan salah seorang editor web UmmahOnline. Beliau boleh dihubungi melalui ilhamrahmani@yahoo.com






______________________
Terbitan : 5 Ogos 2003

Ke atas Ke atas Home Home

Diterbitkan oleh :
Lajnah IT, DPP Kawasan Dungun, Terengganu
http://clik.to/tranung atau http://www.tranungkite.cjb.net
Email : webmaster@tranungkite.net
atau : tranung2000@yahoo.com