|

|
SUMBANGAN MEMBANTU LAMAN INI Bank Islam Cawangan Dungun No : 13044-01-0009696 Nama Pemegang : Dewan Pemuda Pas Kawasan Dungun |
|
Penyakit-Penyakit Hati
Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sihat dan sakit. Dalam hal ini,
ia lebih penting dari pada tubuh.
Allah berfirman, artinya:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia
dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan
orang yang keadaannya berada dalam gelap gelita yang sekali-kali
tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan
keimanan. Hati yang hidup dan sihat, apabila ditawari kebatilan dan
hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menolak,
membenci dan tidak akan mendekatinya. Lain halnya dengan hati yang
mati. Ia tak dapat membezakan yang baik dan yang buruk.
Dua Bentuk Penyakit Hati:
Penyakit hati itu ada dua jenis: Penyakit syahwat dan penyakit
syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an. Allah berfirman, artinya:
"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan
bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam
hatinya. " (Al-Ahzab:32)
Ini yang disebut penyakit syahwat.
Allah juga berfirman, artinya:
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..."
(Al-Baqarah : 10)
Allah juga berfirman, artinya:
"Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan
surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang
telah ada)." (At-Taubah : 125)
Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah
daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih boleh
disembuhkan, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit
syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya
dengan limpahan rahmat-Nya.
Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga
menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara
penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan
terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah
mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-
luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan
dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-
keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang
mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup
menrasai dan menahan pahitnya ubat. Masih bersarangnya penyakit
tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan ubat.
Karena ubatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat
bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat
dari ubat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi
kemudian tekadnya mengendor dan boleh meneruskannya lagi. Itu karena
kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang
memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang
aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti
dengan rasa aman. Ia memerlukan kesabaran dan keyakinan yang kuat,
yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya
berkurang, ia akan berpatah balik dan tidak mampu menahan kesusahan.
Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut bersendirian.
Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Ubat:
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan
yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-
makanan yang tak sihat bagi hatinya. Berpaling dari ubat yang
berguna, menggantinya dengan ubat yang berbahaya. Sedangkan makanan
yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Ubat yang
paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan ubat.
Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-
kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.
Sesungguhnya Allah berfirman:
"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-
orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga
mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi
mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari
tempat jauh." (Fushshilat : 44)
Al-qur'an adalah ubat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati,
segala penyakit dunia dan akhirat. Namun tak sebarang orang mahir
menggunakan Al-qur'an sebagai ubat. Kalau si sakit mahir
menggunakannya sebagai ubat, ia letakkan pada bagian yang sakit,
dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan
keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada
penyakit yang berkumpul. Bagaimana mungkin penyakit itu akan
menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas
gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan
terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-
qur'an cara memperoleh ubatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara
penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami
kitab-Nya.
___________________________
Terbitan : 24 April 2004
Ke atas
Home
|
|